siap?

Jarak, boleh memisahkan kita.

Tapi itu hanya masalah fisik.

Karena meskipun seberapa jauh jarak memisahkan kita, aku tetap merasa dekat.

Karena engkau ada di hati,

 

Aku banyak belajar darimu.

Meski 3 bulan saja kebersamaan dalam atap itu,

Tapi kenangan bersamamu membekas dalam ingatanku lebih lama dari itu.

 

Dari kisahmu, dari semangatmu, dari seabrek aktivitasmu, dari kesediaanmu berbagi cerita dan ilmu, juga dari kesediaanmu mendengarkan segala kegalauanku, dan dari pesan juga nasehat-nasehat bijakmu yang kadang memaksaku.

 

Dari prosesmu aku belajar, bahwa skenario Allah benar-benar lebih indah bersama jalan yang benar daripada menduga-duga yang kita buat dan tumbuhkan sendiri atas prasangka.

Dari prosesmu, aku belajar ketaatan, belajar merelakan, belajar mengikhlaskan, juga belajar mempersiapkan dan menjadi yang lebih baik. Lebih dari itu, darimu aku belajar untuk “siap”.

Siap untuk sebuah ketenangan ketika mendapat sebuah pertanyaan itu (lagi). Aku seoalh mencari, padahal sebenarnya semua sudah kutemukan tanpa kusadari. Terima kasih…

Untukmu, Maret nanti akan sangat cerah, insya Allah. Dan aku akan menjadi saksi membersamai akhir proses benarmu, bahwa sebuah keikhlasan “bersih” akan berujung indah dengan skenario terbaik-Nya.

Berita bahagia, Barokallahu…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s