mata lalat

suatu hari, pernah hidupku hanya diisi dengan gerutu dan keluhan akan jalan hidup yang dilalui.
aku tau prinsip berbaik sangka, positif thinking, juga husnudzon.

manusia kadang tempatnya khilaf dan salah, bukan mencari pembenaran tapi letak pembuktiaan bahwa seseumpurnanya ciptaan Allah yang bernama manusia tapi tak ada manusia yang sempurna.

hari itu, entahlah seolah beliau lebih tahu isi hatiku
sebelum sesi itu
bahkan jawaban atas pertanyaanku langsung terjawab lewat untaian kata bernama renungan dan muhasabah

“mata lalat”

sebagian orang menjadikan pilihan untuk dirinya sebagai orang yang menjengkelkan.
hampir tidak ada perkara yang menjadikan dia rela dan senang.
tidak ada pada kamus dirinya kagum dan apresiasi terhadap sesuatu, sekalipun baik bahkan sangat baik
yang ada hanya kritikan dan celaan serta menyebarkan keraguan.

yang kelihatan dimatanya ketika melihat makanan lezat adalah secuil rambut yang terjatuh tidak sengaja.
yang menjadi perhatiannya pada baju yang cantik lagi indah dan bersih adalah setetes tinta dari pena yang menggores.
yang merisaukannya satu huruf yang salah cetak pada sebuah kitab besar yang sangat berfaedah.

pandangannya tertuju pada secuil kotoran hewan di sebuah taman luas yang sangat indah dipenuhi ratusan macam bunga yang harum semerbak.

penglihatannya bagaikan mikroskop terhadap segala kekurangan, tapi bagaikan orang rabun senja atas lautan kebaikan.

si mata alalt, itulah dia.
dia sibuk menyoroti kehancuran di kala orang giat membangun.
dia sibuk membicarakan kegagalan di saat orang senang mencicipi prestasi-prestasi.
dia sibuk menebarkan kepesimisan ketika orang riang gembira dengan keoptimisan.

dia merasa matahari akan tenggelam di saat orang penuh semangat mengikuti alunan kicau burung menyambut terbitnya matahari.
dia menyebarkan penyakit melalui dua sayapnya di manapun dia hinggap ketika orang penuh semangat menebarkan kebaikan-kebaikan.

sebenarnya yang bermasalah bukan matanya yang berada di kepala, tapi yang sakit hatinya yang tersimpan di dada.
(Q.s. Al hajj:46)

tetap tebar syukur,
meski yang terlihat menyakitkan disengaja ataupun tidak.
jaga hati agar tak berpenyakit hati.

dan kata-kata itu bikin *jleb sekali.
Allah… semoga kita terhindar dari manusia yang bermata lalat

2 thoughts on “mata lalat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s