Sahabat kecil

Dia, orang yang kutemui sejak SD hingga kini.

16 tahun sekolah di atap yang sama, bahkan rumah pun masih satu daerah.

Dia… teman suka dan duka,

Masa kecil yang lucu dan lugu,

Hingga besar yang masih keras kepala.

Aku mengenalnya.

Dia pintar,

Dia satu-satunya teman terlama.

Tapi, entah mengapa… semakin dewasa aku malah semakin tak bisa memahami dan mengerti dirinya.

Sms yang tak kunjung dibalas, telpon yang tak pernah diangkat, atau komen FB yang tak direspon.

Sabar, kata yang pertama diucap.

27 September,  moment special. aku menanti kehadiranmu, hanya dirimu yang tak member kabar.

Bahkan ucapan pun tak ada.

Kawan, apa kabarmu sekarang?

Mungkinkah kita bukan sahabat kecil seperti dulu lagi?

Ah… engkau kenapa?

Bagaimana dengan skripsimu?

Aku mengkhawatirkanmu.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s