kecil berdampak besar

Siapa yang tahu tentang gigi bungsu? Mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Tapi yang belum tahu, saya mau sedikit berbagi  nih. (Sok jadi mahasiswa kedokteran gigi hehe)

Jumlah gigi normal orang dewasa umumnya berjumlah 32 dengan 4 giginya adalah gigi geraham. Gigi geraham ini baru akan tumbuh setelah kita berumur 20 tahunan. Nah jadi yang umurnya masih di bawah 20 tahun, coba hitung giginya pasti masih 28. Iya kan?

Dalam pertumbuhannya gigi geraham akan tumbuh di bagian paling belakang dari deretan gigi-gigi kita, baik di rahang ata maupun bawah. Saat tumbuh gigi geraham kita sering merasakan sakit pada gusi atau gigi bahkan sampai demam. Nah…karena kondisi rahang manusia pada umumnya sekarang kecil akibat jenis makanan yang berbeda seperti zaman dahulu, maka pertumbuhan gigi geraham ini kadang tidak normal sehingga mendesak gigi depannya agar muat pada rahang itu. Karena tumbuhnya tidak normal itulah ia disebut gigi bungsu.

(Akan lebih menarik jika disertai gambar. Tapi sayangnya modem yang saya pakai lemot sekali to mengupload fotonya. Nanti bisa di search di google ya, biar pendalaman materi. Hehe)

Lucu ya? Menurut saya lucu, bahkan gigi pun ada yang bungsu.

Bungsu itu artinya kecil. Tapi jangan sepelekan hal kecil ini kawan. Meski kecil, ia sangat berdampak besar bagi kesehatan. Dari hasil search google yang saya dapatkan, pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal hampir mempengaruhi semua organ tubuh dan penyebab gangguan kesehatan. Hal paling logis karena gigi punya syaraf-syaraf tersendiri yang terhubung pada beberapa organ dan merupakan alat pelumat makanan sebelum masuk ke tubuh. Seperti penyebab rabun mata, penyakit jantung, saluran pencernaan dan yang berakibat fatal adalah kanker mulut.

Contoh nyata yang saya dengar  langsung dari dokter gigi saat saya pertama kali periksa, (eh menyesalnya seumur hidup baru di usia 21 tahun ke dokter gigi itupun karena tertarik saat liat Mamak berobat) Dokter tsb bilang sebaiknya gigi bungsu itu dicabut karena membiarkannya tetap berada di dalam mulut justru lebih membuatnya semakin berbahaya. Dokter juga punya masalah yang sama saat masih kuliah, bahkan beliau pun juga sama baru tahu saat dewasa. Awalnya mata beliau silinder, tapi setelah giginya di operasi ternyata silinder di matanya hilang dan tak berkaca mata lagi.

Ada kisah lain juga yang say abaca disalah satu blog yang juga punya gigi bungsu, Si Ibu bercerita bahwa dia punya keluhan di saluran pencernaannya. Bolak-balik berobat ke dokter penyakit dalam tapi penyakitnya tak kuncung sembuh. Akhirnya dokternya bertanya, apakah Ibu punya keluhan di gigi? Benar saja, ternyata Ibu itu punya gigi bungsu. Akhirnya sang dokter menyuruhnya untuk mengoperasi giginya, kemudian setelah check up lagi ternyata penyakit yang lainnya pun sembuh. Alhamdulillah…

2 kisah ini cukup membuka wawasan saya, juga memotivasi saya. 2 tahun yang lalu saya baru tahu kalo saya punya alergi. Awalnya sempat berpikir hal sepele, tapi ternyata keluhannya semakin parah. Cuaca yang dingin, salah makan, banyak pikiran adalah hal-hal yang cukup sulit untuk dihindari. Karena semuanya tergantung keadaan. Dan ketiga hal tersebut adalah pemicu kambuhnya alergi. Karena hal tersebutlah, sepertinya saya mulai curiga, bahwa alergi itu mungkin saja adalah dampak dari pertumbuhan gigi bungsu yang saya miliki. 1 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menahan sakit. Hanya karena takut, saya tak kunjung mau dioperasi. Untukmu kawan, coba periksa apakah dimulutmu juga menyimpan gigi bungsu? Saran saya ayo segera dibuang, jangan menyimpan yang membahayakan. *bahasaku. Seram…

Maka dari itu pesan pentig dari saya,

Periksa gigi setiap 6 bulan sekali yang kita tahu dari iklan dan pelajaran sejak kecil itu emang penting. Jangan sepelekan hal kecil. Gigi itu kecil kawan, tapi ketika bermasalah ia bisa berdampak besar.

Ayo..ayo..periksa gigimu sekarang! Tidak ada kata terlambat dan jangan malas. Karena kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting. Segala sumber energi yang dihasilkan tubuh kita masuk melalui mulut. Apa yang terjadi jika organ dalam penerima rusak? Bisa dibanyangkan apa yang masuk ke perut kita? gigi itu juga asetmu. Kesehatan.

Untuk itulah, Doakan saya ya…

Insya Allah awal September akan segera mengeksekusi si bungsu.

 Dengan segala pertimbangan, saya harus berani. Meski sebenarnya amat takut melihat jarum suntik dan segala alat-alat operasi. Doakan ya… iya, saya harus siap dan berani.

Dan semoga sebelum wisuda, semua bisa pulih dan alergi saya sembuh.

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad

10 thoughts on “kecil berdampak besar

  1. yop benar, gigi bungsu sebenarnya gak terlalu berguna…tapi kalo bisa mempengaruhi sistem dalam tubuh lainnya baru tahu ane gan…
    nice inpoh…
    moga2 gigi bungsu gue gak berulah gan😀

    • iy bisa mempengaruhi. karena posisiny yg dk normal td. sisa makanan yg sulit dibersihkan karena giginy dk normal itu, yg buat banyak dampak.
      ha… kamu ada juga ya.
      iy lah semoga. kalo pun bs, jgn tunggu smpe bnr2 berulah lgsg eksekusi saja.

  2. Gigi, oh Gigi… « Septi ReMu Siregar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s