1433 H: Ramadhan Menjadi Saksi

Siapa yang tak bahagia jika penantiannya berbuah indah?

siapa yang tak senang  jika tamu agung yang dinanti-nantikan akhirnya datang?

Ramadhan, bulan penuh cinta, segala keagungan dan keberkahan yang dinantikan.

Ramadhan, bulan segala pahala amal perbuatan dilipatgandakan, bulan penuh ampunan.

Tak kan habis jika membicarakan keutamaan Ramadhan.

Tapi tak hanya itu,

tahun ini, ada hal lain yang membuatnya tampak begitu spesial.

Setidaknya ada 2 momen penting yang tercatat dalam Ramadhan tahun ini.

Spesial, karena Allah memberikannya pada tahun ini.

22 Juli, 2 Ramadhan momen itu tepat hadir di hari ahad persis 22 tahun yang lalu.

Namun yang berbeda saat ini bertepatan dengan bulan Ramadhan,

Tentulah segala doa terbaik dipanjatkan kepada-Nya.

Berharap keberkahan dan hadiah terindah dari yang Maha Indah.

Juli-agustus adalah momen puncak masa-masa akhir perjuangan skripsi.

Ramadhan menjadi saksi  proses menuju meja hijau,

Alhamdulillah… dengan segala kehendak Allah akhirnya momen itu terlaksana juga

5 bulan melalui masa itu, dengan segala keringat, pemikiran dan air mata.

Akhirnya buku pertama itu tercetak juga.

6 Agustus dihadapan 5 dosen penguji, LULUS…

*haru, tak bisa menahan air mata.

Yang terbayang saat itu hanyalah wajah kedua malaikat dunia, ya orang tua

Itulah kado terindah yang bisa diberikan pada mereka di fase ini.

Allah semoga semua ini adalah berkah dariMu.

Terima kasih atas segala nikmatMu.

Semoga kami selalu termasuk hambaMu yang bersyukur.

September akan benar-benar ceria, insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s