Kisah uang 10ribu

Beberapa bulan yang lalu, aku menemukan kisah ini di salah satu halaman FB. *lupa nama pagenya.

Ya…yang penting pelajaran berharganya. Let’s cekidot….

Disebutkanlah, suatu hari seorang anak laki-laki sedang menangis disudut rumahnya Karena kehilangan uang 10ribu. Pamannya yang saat itu baru pulang kerja menghampiri dan menanyakan padanya kenapa kamu menangis???

“Uangku hilang, paman”. Jawabnya.

“Oh… memangnya berapa?” 10 ribu, jelasnya.

Lalu pamannya memberikan uang 10ribu sebagai gantinya. Tapi, apa yang terjadi?

Ternyata bukannya diam, anak itu malah semakin menangis.

“Kenapa kamu masih menangis?” Tanya pamannya. “kalau uangku tadi tidak hilang, uangku seharusnya 20 ribu”, katanya.

Lalu pamannya meninggalkannya.

Kemudaian tak lama, Ayahnya juga pulang dan bertanya hal yang sama seperti pamannya tadi.

“Kenapa kamu menangis nak?“

“ uangku hilang yah”, jawab anak itu. Berapa? 10 ribu. Lho.. bukannya ditanganmu ada uang 10 ribu?

Bukan, ini pemberian paman. Melihat anaknya masih menangis Ayahnya pun memeberikannya uang 20 ribu.

Lalu apa yang terjadi? Apakah sang anak sudah diam?

Tidak ternyata, dia semakin keras saja menangisnya. Ayahnya pun bertanya, “mengapa kamu semakin keras menangis? “kalau uangku tadi tidak hilang, pastilah uangku sekarang ada 40 ribu”, ucapnya.

Hhmm……… apa yang kau pikirkan kawan ketika mendengar kisah ini???

Bukakah anak itu sudah mendapatkan ganti yang lebih banyak, 30 ribu dari uangnya yang hanya hilang 10 ribu? Tetapi mengapa ia masih saja memikirkan 10 ribu yang hilang? Bukankah seharusnya dia bahagia? Tetapi mengapa malah semakin bersedih?

pernahkah kau mengalami hal serupa, kehilangan sesuatu, tapi terus saja meratapi dan memikirkannya?

Manusia, Seringkali menyesali luput darinya padahal nikmat yang Allah beri lebih banyak. Tapi nikmat itu kadang tak terlihat karena fokus dan pikiran yang salah.

Ah… kau tahu,

Sesungguhnya bahagia itu sederhana. Cukup syukuri saja apa yang ada pada dirimu dan jangan menyesali yang luput darimu. Bahagia ada dihati, ketika pikiranmu bersinergi menenangkan hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s