ketika hadiah tak harus berupa benda

Singkat cerita saat SD aku mendapat hadiah dari ortu, itu hadiah pertama untukku. Bapak bilang, itu hadiah bagi Raport kemarin. Iya, beberapa hari yang lalu kami baru saja bagi Raport. Dan itu Raport pertamaku.

Hadiah? Siapa yang tak senang jika diberi hadiah?

Pastilah tak ada yang menolak. Ya namanya juga rezeki

Tapi aku punya makna lain tentang hadiah.

Ini kisahku dan hadiah.

1 jam tangan mickey mouse warna biru, sandal hijau keroppi, dan 1 stel t-shirt putih beserta celana jeansnya

Itu barang-barang pilihanku saat diajak jalan-jalan setelah bagi raport. Kata Bapak, itu hadiah karena sudah juara. Karena sangat senang mendapat hadiah itu, muncullah pemikiran “Mungkin kalau dapat Ranking terus, Mamak dan Bapak akan lebih sering memberi hadiah pikirku”. Jadilah hal itu membuat semakin semangat to belajar dan dapat juara. Tapi apa yang terjadi?

Cawu 2 bagi Raport, juara. Tapi tak ada hadiah. *Hmm… mungkin memang tak ada budget pikirku.

Cawu 3 pun sama. Teman-teman yang lain mendapat hadiah dari ortunya, tapi tidak denganku. Kelas 2, masih sama. Sampailah pada kelas 3, masih sama. Tak ada. Lalu kuberanikan aku memberanikan diri untuk bertanya pada Mamak kala itu.

“Mak… aku kan juara terus, kok dak pernah dikasih hadiah lagi?” kawan-kawan yang dapet 10 besak be dibelii wong tuonyo hadiah. Madaki aku idak? Cuma sekali kemaren be?” ha… lucu ya bahasanya, asli dialeg Palembang. Begitu kira-kira pertanyaan yang kusampaikan.

Lalu tahukah kawan, apa yang mamak katakan? Kata-kata itu yang membuatku tersadar akan makna hadiah itu.

“Nak…juara-juara itu sesungguhnya bukan untuk kami, tapi untukmu sendiri, untuk masa depanmu. Kami tak terlalu khawatir jika kamu tak lagi mau juara, tapi masa depanmu ada ditanganmu sendiri. Cerita seperti apa yang ingin kau torehkan. Pun dengan hadiah, jangan selalu dijadikan harapan dari orang lain atas imbalan sebuah usaha. Karena niatnya jadi salah. Cukuplah dengan mendapat juara itu sendiri yang menjadi hadiah. bukan juara karena hadiah tapi juara itulah hadiahnya”.

Jleb… aku terdiam. Masih mencerna kata-kata itu, belum bisa menerima seluruhnya. Karena kata-kata itu semangat belajarku pernah menurun, mungkin usiaku yang memang belum mengerti saat itu.

Mamak hanya mengkhawatirkan salah niat, motivasi yang salah, harapan yang salah. Intinya untuk belajar, mencari ilmu hal utama yang harus diperhatikan adalah tujuan, niat yang harus benar. Bukan karena hadiah. belajar mengerti, bukan menuntut.

Tapi karena kata-kata itu juga, kadang semangat belajarku benar-benar memuncak. Intinya aku tahu, belajarku bukan untuk mendapat hadiah tapi memberikan mereka hadiah yaitu juara. bahwa hadiah benda bukanlah tujuan utama atas usaha yang kita lakukan tetapi hanya sedikit saja bagian dari lecutan to menambah semangat.

Tak ada yang salah jika memotivasi diri dengan hadiah, selagi niat dan tujuan utamanya jelas dan benar. Hadiah hanyalah hadiah, bukan tujuan utama. Apa pun yang akan engkau lakukan, ketahuilah tujuannya. Untuk apa melakukannya? Untuk siapa? Dan mengapa? Dengan begitu, tak menjadi kecewa jika tak mendapat hadiah dan tak terlalu terlena jika mendapat hadiah.

Dari situ, aku tahu. Hadiah untukku sendiri dan orangtuaku.

Dalam setiap fase hidup, ada hadiah yang harus engkau persembahkan. Untuk siapa? Dan apa itu?

Ah… kau pasti tahu.

berhati-hatilah dalam menggantungkan usahamu pada suatu tujuan yng tidak benar lurus. ibarat sebatang pohon, apalah artinya batang yang kuat dan menjulang tinggi apabila akar yang menopangnya adalah akar yang lemah dan tidak menghujam ke dalam tanah. pohon itu akan mudah tumbang. (….)

11 thoughts on “ketika hadiah tak harus berupa benda

  1. driku jg dk berhasil sil ngelink FB sm twitter.
    kmrn minta ajari jg, tp kt mereka cb2 b
    sdh d cb tp msh blm, he, gek lah nyoba2 lg

    klo sil sdh bs, ksh tw jg y

      • buka dashboard, terus cari yg di menu sbelah kiri namanya “links”, terus add links…
        tambahin deh linknya disana mau apa aja…
        buat aktifin link…pilih di widget,sama kayak FB diatas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s